Mungkinkah seorang gadis kecil, yang hanya bersenjatakan berbagai dongeng, menemukan jalannya menuju tanah mitos, sihir, dan monster untuk menyelamatkan ingatan kakeknya yang kacau balau sebelum menghilang untuk selamanya? Satu-satunya cara mengembalikan ingatan itu adalah dengan Lem Ingatan yang harus dibuat sendiri. Bahan-bahannya hanya delapan benda seperti bulu hidung baku (si pemakan mimpi…
Di panggung seharusnya ada empat penari, tapi kenapa ada sosok kelima yang ikut menari? Namira, Vedi, dan Jani tiba di penghujung masa SD mereka. Saat sedang mempersiapkan pentas acara perpisahan sekolah, mereka dikagetkan oleh kemunculan sosok misterius yang ikut menari dalam tarian kelompok Jani. Dibantu Dhana, mereka mencari tahu siapa sosok di atas panggung itu, dan kenapa dia menampakkan d…
Ayla dan sahabatnya, Kiri, selalu menyukai pohon. Mereka mempunyai pohon spesial masing-masing. Keluarga dan semua orang di blok tahu akan selalu menemukan mereka di antara dahan salah satu pohon di blok. Namun, Kiri pergi ke tempat yang jauh sekali. Ayla tidak tahu kapan sahabatnya itu akan pulang. Mungkin saat ulang tahun Kiri yang kesebelas nanti? Ayla menunggu dan menunggu. Sambil merinduka…
Buku yang ditulis oleh Okky Madasary ini bercerita tentang petualangan yang dilakukan oleh Matara dan ibunya ke kepulauan Sulawesi Tenggara. Di sanalah sebuah tempat yang menjadi rumah bagi para manusia laut. Di pulau itu, Matara bertemu dengan Bambulo, yang merupakan anak asli asal Suku Bajo yang sejak kecil sudah memulai hidupnya di air dan menyelam di lautan seperti seekor ikan. Kabar di …
"Eh. Bu Rosalie ke mana?" Luke heran karena yang masuk bukan Bu Rosalie. Hari terakhir Bu Rosalie mengajar, Luke tidak masuk sekolah. Kenzo maupun Azka tidak memberi tahu apa pun kepadanya. "Kamu pasti nyesel, deh. Kenzo sama Azka aja nyesel dan langsung said thank you pada hari terakhir Bu Rosalie ngejar." Sabiya menjelaskan. "Eh, kenapa?" Luke yang duduk di belakang Sabiya dan Queenara …
“Kenapa kamu menangis?” Daun-daun itu bertanya kepada keran air yang masih mengucurkan air. “Aku menangis karena aku dibuang sia-sia.” Jawab air yang keluar dari keran air. “Ah, benar juga! Siapa yang melakukan ini padamu?” “Anak-anak yang tadi bermain bola di sini. Mereka terburu-buru pulang sehingga tidak menutupku dengan rapat! Huhuhu …” Air yang keluar dari keran …